PROFIL RADIO DERMAGA

Februari 20, 2009

PROFIL RADIO DERMAGA

Media hiburan dan informasi di Kabupaten Sekadau

1

KELEMBAGAAN

Nama Lembaga

Nama Pimpinan/Penanggung Jawab

Tanggal dan Akta Pendirian

Alamat

PT RADIO SWARA DERMAGARIA PERSADA CAKRAWALA, AM 936 KHz ( Radio Dermaga Ria Persada)

Michael Nicodemus Bohot

Jln. Rawak no. 26 SEKADAU, 78585-Kalbar

E-mail: radiodermaga@yahoo.com

2

VISI MISI-RENCANA STRATEGIS

Visi lembaga

Misi Lembaga

Rencana Strategis

Sebagai media hiburan, pewarta rohani, info budaya dan lingkungan hidup di wialayah Kab.Sekadau

Penyajian program berkualitas dengan hiburan, informasi, rohani dan pelestarian budaya local serta lingkungan hidup .

Kerja sama dengan Paroki/Dekenat, BUPATI, DPRD dan Dinas terkait di Kabupaten Sekadau.

3

ASET (Jenis& tahun pembelian)

Peralatan Produksi/siaran

PENAMBAHAN ALAT TAHUN 2006 – 2007

Aset tak bergerak

I. SARANA SIARAN:

1. Transmitter OMNITRONIC 1000 WATT, 1997;

2. Mixer SOUNDCRAF, ENGLAND, 1997

3. Tape Teac (1), 1998

4. Komputer 80 GB (Lambda), thn 2004

5. Komputer 80 GB untuk data lagu.

6. Mixer Roling, untuk siaran Karaoke

7. Power 3 buah, di ruang/aula Karaoke radio Dermaga.

8. Michrophone Sony 3 buah, wireless 1 set;

9. TRANSMITTER CADANGAN 3000 WATT;

II. SARANA PRODUKSI BERITA: (STUDIO)

1. Komputer 20 GB, thn 2002

2. MIXER, TASCAM Porta studio, 1999

3. Tape Tascam, 1999

4. Tape Maranth, tahun 1999 (reportase)

III. SARANA SIARAN LANGSUNG/LIVE SHOW DI

LAPANGAN

  1. MIXER BERHINGER;
  2. LAPTOP ACER
  3. TRANSMITTER 50 WATT, 1 BUAH
  4. MP3 & MP4 untuk REPORTASE
  5. HT: ICOM& ICDC
  6. Laptop Mini: ASSUS

IV. STUDIO SIARAN FM 93,55

  1. TOWER SEGITIGA 30 METER
  2. TRANSMITTER 150 WATT, 1 BUAH
  3. BOSTER BUATAN LOKAL

4

STAFF (tetap, kontrak)

Direksi

Administrasi

Operasional (rangkap penyiar)

Marketing

Personalia

Rumah Tangga

(Status semua crew radio adalah honorer)

NICODEMUS BOHOT

EMA, SE

Donatus-Suharni, Yohana Indarti

Feronika Jine (rangkap penyiar)

Deden

IRWAN, SUKARDI, ANDY

16 TAHUN RADIO DERMAGA SEKADAU

Februari 20, 2009

Perjalanan Radio Dermaga 1992-2008

1. Usaha Pendirian Radio ini sudah dimulai sejak Mei 1989 oleh Keuskupan Sanggau. Fihak Keuskupan meminta bantuan tenaga dari Komsos Samarinda. Maka diutuslah Sdr. Ir. Vinsensius ke Sekadau untuk menjajaki pendirian tersebut. Saat itu, Yayasan Karya juga membuka Sekolah Pertanian ( SPP ) Karya, dan Pak Ir. Vinsensius “dipinjam” tenaganya untuk menjadi Kepala SPP sekaligus mengurus pendirian Radio. 2. Tanggal 30 Mei 1992, Radio Dermaga diresmikan oleh Gubernur Kalbar, Parjoko. Peresmiannya dilakukan di Sambas, serentak 4 Radio sekaligus dengan penandatanganan prasastinya saja. Nama lengkap radio ini adalah: PT. RADIO SWARA DERMAGARIA PERSADA CAKRAWALA. Nama di udara: RADIO DERMAGA 3. Radio Dermaga mulai SIARAN dengan durasi siaran dari jam 18.00 – 22.00, equipment siaran sangat terbatas dan manual. Tenaga siarannya adalah Ir. Vinsensius dan keluarganya (istri dan iparnya), dibantu oleh Sdr. Donatus dan Sance hingga tahun 1994. 4. Tanggal 1 Juli 1994, Saya mendapat panggilan kerja dari Mgr. Agus (sekarang Uskup Sintang) untuk bekerja menggantikan posisi Ir. Vinsensius yang mengundurkan diri dan pindah kerja ke Komsos Keuskupan Pontianak. Saya kemudian mengikuti training khusus media di Komsos KWI Jakarta selama 5 minggu, dan minggu kedua Agustus 1994, saya mulai bekerja di Radio Dermaga dengan staf: Sance, Feronika Jine, Yohana Indarti dan Paulus Kudeng. 5. Oktober 1994, Transmitter Radio Dermaga diperbaiki oleh Sdr. Bunyamin dan bulan Desember 1994 waktu siaran diperbanyak. Pelan tapi pasti. Radio ini dikemas sedemikian rupa agar layak siaran. Natal tahun 1994 disiarkan langsung pertama kalinya menggunakan kabel (telpon) dari Gereja langsung ke studio. 6. 1 Januari 1995, siaran dimulai jam 05.00 – 21.30. Juni 1995, Radio Dermaga mendapat bantuan KOMPUTER dari keuskupan Sanggau. Saya merekrut kembali Sdr. Donatus yang sudah berhenti beberapa waktu lalu sebelum saya menjabat. 7. Dengan bantuan computer, saya mulai mengontak teman-teman yang kebanyak TURIS dari Belanda, Belgia, Jerman, Inggris, Amerika, memberi kabar bahwa saya sudah ganti kerjaan dari pemandu turis menjadi pemimpin media rakyat. Saya juga menulis surat dalam Bahasa Inggris kepada hampir semua Kedutaan Eropa dan Amerika serta Korea Selatan, India dan Jepang untuk meminta informasi tentang Negara mereka. Banyak dari Negara-negara tersebut membalas dengan mengirimkan data-data, informasi, foto, majalah. 8. Tahun 1997 saya mengikuti Training Penanggung Jawab di Bogor dan disana saya mendapat tawaran transmitter FM untuk siaran lapangan dengan harga 2 juta rupiah dan langsung saya menelpon Pastor Fritz Budmiger OFM cap selaku ketua Komsos Keuskupan Sanggau. Sejak saat itu, radio Dermaga menyiarkan misa mingguan dan misa hari-hari besar dari Gereja Sto. Petrus dan Paulus Sekadau. Acara siaran langsung 17 Agustus dan Ivent-ivent penting lainnya pun disiarkan. 9. Juni 1997, Keuskupan memberikan EQUIPMENT STANDARD untuk menggatikan transmitter lama, yaitu TRANSMITTER OMNITORNIC 1000 WATT dan peralatan studio lengkap. Pemancar lama dipakai untuk radio Aries Sanggau. Program siaran diperbaharui dengan menambah PROGRAM KHUSUS, yaitu ACARA TALSHOW mingguan dan bulanan. Program ini menarik perhatian masyarakat sebab melibatkan tokoh-tokoh masyarakat dalam mengupas perbagai masalah social. 10. Agustus 1999, saya mendapatkan FAXCIMILE dari kedutaan Denmark tentang peluang bekerja sama siaran dengan tema PEMANTAPAN DEMOKRASI DI INDONESIA MELALUI RADIO LOKAL. Menindak lanjuti hasil pemilu 1999. Saya mengontak Kedutaan Denmark dan berhasil mendapat formulir isian dalam bahasa Inggris. 2 Oktober 1999, Radio Dermaga mendapat kunjungan dari LSM Jakarta dalam rangka meninjau kesiapan radio Dermaga mengikuti penilaian Kedutaan Denmark. 11. Tanggal 29 Dersember 1999, saya mendapat telpon dari Kedutaan Denmark bahwa radio Dermaga menjadi satu-satunya Radio yang mendapatkan KERJA SAMA di Kalimantan dan selanjutnya Radio ini diminta menjalin komunikasi dengan UNESCO PBB di Jakarta. 12. Tanggal 25 Mei 2000, peralatan bantuan untuk kerja sama dikirim oleh Unesco berupa computer 2 buah, tape Maranth 3 buah, Printer 1 buah, peralatan internet, michropone 10 buah, lengkap dengan peralatan wartawan, buku-buku panduan wartawan. 13. Juli 2000, Sdr. Donatus dan Pastor Fidelis Pr mengikuti training di Malang dalam rangka mengikuti program kerjasama dengan UNESCO-DANIDA (Kedutaan Denmark) 14. Mei 2001, radio Dermaga mendapat kunjungan Dubes Denmark dan Kansultan UNESCO untuk Indonesia. Kunjungan ini dimeriahkan oleh fihak radio atas dukungan masyarakat dan fans radiodi gedung Kateketik Sekadau, Muspika dan tokoh masyarakat di undang diacara tersebut. 15. Sejak saat itu radio selalu mengikuti training tahunan yang diadakan oleh UNESCO-DANIDA di sejumlah tempat di Indonesia dan kebanyakkan di Jakarta. Sdr. Kudeng dan Donatus secara bergantian mengikuti bersama saya. Proyek Unesco berakhir tahun 2003, namun anggota jaringan radio yang berjumlah 30 station bergabung dalam JRLD Jaringan Radio Lokal untuk Demokrasi, saya sendiri debagai wakil ketua Bidang Funding dana luar negeri. Jaringan ini berusia hingga Desember 2005. 16. Tahun 2001, Radio Dermaga menjalin kerjasama khusus dengan KEDUTAAN DENMARK di Jakarta untuk proyek pelestarian Budaya Lokal dengan program Voice of Indigenous people (Gong Masyarakat Adat). Bantuan dari Kedutaan dimemfaatkan untuk biaya rekaman cerita rakyat, pembuatan ruang rekaman studio, kegiatan off air (pertemuan budaya radio) dan cost lainnya. Kerjasama berlangsung hingga Desember 2003. 17. Tanggal 7 Januari 2002, atas lobi saya dengan wartawan KBR 68H di Jakarta, saya berhasil mendapatkan JARINGAN BERITA RADIO KBR 68 H JAKARTA berupa siaran, digital satu set untuk merilay berita. Saya juga berhasil mendapatkan TRANSMITTER 3000 WATT buatan Jakarta dengan nilai sekitar 75 juta rupiah dari KBR 68H sebagai pilot project 3 JARINGAN UTAMA INDONESIA, dimana radio di Balikpapan Kaltim dan di Dumai, Sumatra. (Semula KBR 68H berniat membangun radio lintas batas di Putusibau. Namun saat saya mengantar wartawan ke Putusibau, saya ajak singgah ke radio Dermaga untuk melihat perkembangan radio ini. Wartawan yang bernama Eko ini terkesan dengan manajemen radio Dermaga. Setelah sampai di Putusibau, wartawan tersebut menelpon Direksi KBR 68H Jakarta, menyarankan agar KBR 68H memberikan transmitter kepada radio Dermaga yang dinilai alayak mendapat tambahan alat siaran)… tanggal 20 April 2002, peralatan bantuan datang dari Jakarta beserta teknisinya. 18. Akhir tahun 2002, saya menulis surat kepada Bapak Uskup Sanggau, untuk meminta rekomendasi saya dan radio Dermaga menjadi ANGGOTA SIGNIS INDONESIA. Tanggal 28 Februari 2003 Radio Dermaga diterima secara resmi menjadi angota SIGNIS INDONESIA dengan 27 dukungan suara, 2 abstain (dari 29 anggota). Rapat berlangsung di Semarang Jawa Tengah. Tahun 2006 mengajukan grant dan September 2007 dikabulkan melalui rekening Keuskupan Sanggau. 19. Radio Dermaga menjadi perhatian banyak fihak, termasuk PANITIA PERSIAPAN PEMEKARAN KABUPATEN SEKADAU. Saya sendiri duduk sebagai ketua atau kordinator HUMAS PEMEKARAN. Event penting proses pemekaran dalam kurun waktu 2002-2005 hampir selalu disiarkan secara langsung. Kerjasama dengan Pemda dan DPRD dibuat, walaupun tanpa dana dengan tersirat tujuan, suatu saat kelak, Radio Dermaga ini menjadi pilihan Pemda dan DPRD… 20. Tanggal 26 Maret 2003 UNESCO merekomendasikan Radio Dermaga sebagai penerima bantuan peralatan satu set computer yang berisi program TEKNOLOGI TEPAT GUNA kepada Kementrian Riset dan Teknologi Jakarta. Radio Dermaga kembali menjadi 1 dari 3 radio pilihan. Radio Pastoran Katolik di Madiun yang satunya lagi Radio swasta di Padang. 21. Tanggal 30 Maret 2007, saya atas nama radio Dermaga terpilih sebagai Ketua Tim Screening SIGNIS INDONESIA di Surabaya, yang bertugas memeriksa dan merekomendasi semua proposal 30 anggota media Katolik Indonesia, (diantaranya PUSKAT JOGJA, SANGGAR PRATHIVI JAKARTA, KOMSOS Keuskupan Agung Jakarta, dll). Pertemuan tahun SIGNIS diadakan setiap tahun sekali dengan program training media setahun sekali. Tahun 2004, Mbak Ika mengikuti training di Pontianak, tahun 2007, Mbak Ana (di Jakarta). Maret 2008, rapat SIGNIS di Bali. 22. Tanggal 25-28 Juni , saya mengikuti training radio jaringan 68H Jakarta di Makasar. Tanggal 29 Juni saya diundang mensosialisasikan CU di Palu Sulawesi Tengah dan Kabupaten Poso serta Kabupaten Morowali selama 4 hari. Saya berkunjung kesalah satu radio news yang siarannya cukup dikenal di kota Palu, ibu kota Sulawesi Tengah…sarana siaran masih dibawah radio Dermaga…kenapa takut..??? 23. Training tahun 2008 : Training 68H PPMN di Hotel Mahkota Pontianak, diikuti oleh reporter Radio Dermaga, Paulinus Kudeng Oktober 24. Kegiatan siaran reportase radio Dermaga tentang DPRD selama ini membuahkan hasil. Anggaran Sekretariat DPRD khusus untuk Radio sudah disetujui. Dana ini nantinya akan dipakai untuk membeli equipment transmitter FM siaran lapangan/langsung dari gedung DPRD. Setiap sidang yang terbuka untuk umum, akan disiarkan langsung kepada masyarakat. 25. Sebagai Ketua Tim Screeneing SIGNIS INDONESIA saya mengikuti rapat tahunan di Palembang tanggal 13 s.d. 20 Februari 2009. Rapat ini berthemakan LESTARIKAN LINGKUNGAN HIDUP.

Hello world!

Februari 20, 2009

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.